Rabu, 09 Maret 2011

Kiat Mudah Menghilangkan Aroma KAKI

Jangan sepelekan aroma kaki yang tak sedap. Hal tadi tidak hanya akan membuat penampilan Anda terganggu, tapi juga bisa menyerang kepercayaan diri. Jangan keburu panik, ini cara mengatasinya.



1. Perhatikan kebersihan kaki. Terkadang, bau yang timbul adalah akibat bakteri dan kotoran yang berkumpul di kaki. Saat mandi, biasakan gosok bersih kaki Anda. Jangan lupa untuk membersihkan dan memotong kuku kaki secara rutin. Tak jarang, kotoran di kuku kaki lah yang menyebabkan timbulnya bau kaki. Usahakan juga untuk memilih sabun anti bakteri untuk membersihkan kaki.

2. Hindari kebiasaan bertelanjang kaki. Bertelanjang kaki sama saja membiarkan bakteri dan kotoran bersarang di kaki. Biasakan memakai sandal khusus ruangan agar kaki tetap terlindung.

3. Bersihkan sepatu dan kaos kaki Anda. Jangan memakai kaos kaki yang sama selama berhari-hari tanpa mencucinya terlebih dahulu . Begitu juga dengan sepatu, cucilah sepatu Anda paling tidak satu bulan dua kali.

4. Pilihlah ukuran sepatu dengan benar. Memakai sepatu terlalu ketat akan membuat kulit kaki sulit bernapas. Kuman dan kotoran pun mengendap dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

5. Kelebihan produksi keringat di bagian kaki juga merupakan salah satu penyebab timbulnya bau kaki. Anda dapat mengatasinya dengan merendam kaki di air lemon atau di air teh. Teh dan lemon dapat mengurangi produksi keringat di bagian kaki.

Selamat mencoba!

By Ayu Kinanti Wednesday March 9, 2011 06:54 pm WIT

Selasa, 08 Maret 2011

Perangkap Tikus - Nasihat

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja.
Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan
dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa
mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus.
Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan
berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada
perangkap tikus...."

Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkat tikus"

Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak
berpengaruh terhadap diriku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.

Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang
bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi
perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sng ular berkata "
Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia
akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap
tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat
perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang
terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik
rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang
istri tidak sempat diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya
sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.

Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau,
sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan
segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman
menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya
untuk mengambil hatinya.

Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani
harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari
kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SO...SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN
MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA...PIKIRKANLAH SEKALI LAGI.

Senin, 07 Maret 2011

Humor - Akibat Salah Kirim Email

Sepasang suami isteri setengah baya yang sama-sama dari kalangan profesional merasa penat dengan kesibukan di ibukota.
Mereka memutuskan untuk berlibur di Bali . Mereka akan menempati kembali kamar hotel yang sama dengan ketika mereka berhoneymoon saat menikah 30 tahun yang lalu.
Karena kesibukannya, sang suami harus terbang lebih dahulu dan isterinya baru menyusul keesokan harinya.Setelah check in di hotel di Bali ,sang suami mendapati pesawat komputer yang tersambung ke internet telah terpasang di kamarnya.

Dengan gembira ia menulis e-mail mesra kepada isterinya di kantornya di Jalan Sudirman , Jakarta .
Celakanya, ia salah mengetik alamat e-mail isterinya dan tanpa menyadari kesalahannya ia mengirimkan e-mail tersebut.

Di lain tempat di daerah Cinere Jakarta , seorang wanita baru kembali dari pemakaman suaminya yang baru saja meninggal. Setibanya di rumah, ia langsung mengecheck e-mail untuk
membaca ucapan-ucapan belasungkawa. Baru saja selesai membaca e-mail yang pertama, ia langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri. Anak sulungnya yang terkejut kemudian membaca e-mail tersebut (tak lama kemudian jatuh pingsan juga), yang bunyinya:

To: Isteriku tercinta

Subject: Papah sudah sampai Mah !!!
Date: 18 Mei 2007
Aku tahu pasti kamu kaget tapi seneng dapat kabar dariku.
Ternyata disini mereka udah pasang internet juga, katanya biar bisa berkirim kabar buat orang-orang tercinta di rumah.
Aku baru sampai dan sudah check-in. Katanya mereka juga sudah mempersiapkan segalanya untuk kedatanganmu besok. Nggak sabar deh rasanya nungguin kamu.
Semoga perjalanan kamu kesini juga mengasyikkan seperti perjalananku kemaren.

Love you Mom,

Papah

PS: Disini lagi panas-panasnya ! Kalau pada mau, anak-anak diajak aja!!

Senin, 21 Februari 2011

Full Edit Photo Shop

Perhatikan editan Photoshop berikut ini... dapat kah kalian melakukannya????










Kamis, 13 Januari 2011

Pencarian Peradaban yang Hilang (Kompas, Jumat, 7 Januari 2011 | 03:58 WIB)

Awal Peradaban

Ex oriente lux

Lepas dari segala kontroversi dan perdebatan ilmiah yang menyertainya, tesis geolog dan fisikawan nuklir dari Brasil, Arysio Santos, yang menyebut Indonesia sebagai lokasi sesungguhnya dari Atlantik, benua yang hilang dalam kisah Plato, mungkin ada benarnya. Santos mengaitkan banyak tradisi lisan di Yunani Kuno, seperti puisi Hesiod dan Homer, dengan peristiwa geologis menghilangnya tradisi besar peradaban manusia karena bencana geologis seperti letusan gunung berapi dan tsunami.

Santos, misalnya, menulis, pembukaan Selat Sunda karena letusan gunung berapi (Krakatau) dikaitkan dengan cerita Hesiod tentang celah besar (khasma mega), tempat di mana semua pelaut menemui ajal jika melintasinya. Santos juga mengutip hikayat tradisional orang Buddha, Jataka, yang bertutur tentang Supparaka, pelaut terbaik dan merupakan salah satu avatar Buddha. Supparaka dalam perjalanannya di lautan selatan tiba di wilayah yang dikenal sebagai Vadavamukha, gerbang neraka yang berapi-api.

Oleh Santos, Vadavamukha disimpulkan sebagai kaldera Krakatau yang berada di bawah permukaan laut. Dia pun menghubungkan cerita Vadavamukha dengan karya besar Homer, Odyssey, yang bertutur soal hikayat Ulysses dan pelayarannya ke lautan selatan. Menurut Santos, Ulysses menemui apa yang ditemui Supparaka, tetapi oleh Homer disebut Charybdis atau pusaran kematian.

Di bab 2 bukunya, Atlantis, The Lost Continent Finally Foudn, Santos menuliskan, siapa pun yang mau membandingkan rincian puisi Homer dengan kisah Jataka, pasti akan menyadari keduanya berasal dari sumber yang sama, yang sudah teramat kuno. Selanjutnya, Santos menyimpulkan, ciri geografis Vadavamukha sesungguhnya bisa ditemukan di wilayah Indonesia, bukan di Laut Mediterania (tempat kebudayaan Yunani Kuno) atau Atlantik, yang dari namanya hampir sama dengan kata atlantik.

Keragaman tradisi

Dalam seminar Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) di Pangkal Pinang, November 2010, seorang peserta seminar mempertanyakan, apakah tidak mungkin melacak tesis Santos dari kekayaan tradisi lisan Nusantara. Dia percaya, dengan kekayaan dan keragaman tradisi lisan di Nusantara, sangat mungkin wilayah yang sekarang bernama Indonesia ini memang menjadi pusat peradaban dunia.

Menurut aktivis ATL dari Jawa Timur, Henry Nurcahyo, tradisi lisan seperti dongeng sebenarnya tidak serta muncul begitu saja tanpa fakta yang melatari. Bahwa dongeng atau cerita rakyat tersebut kemudian dibumbui khayalan dan imajinasi penutur, itu persoalan lain. Yang jelas, dongeng biasanya muncul setelah ada faktanya. Dongeng tentang Sangkuriang muncul setelah ada Gunung Tangkuban Perahu. Dongeng tentang Danau Toba juga muncul setelah ada Danau Toba-nya. Dongeng biasa muncul setelah ada fakta yang diceritakan.

Melihat rangkaian hikayat dan tradisi lisan yang dianalisis Santos dari Yunani Kuno hingga tradisi Hindu dan Buddha, terutama yang terkait dengan Atlantis—sebagai bentuk peradaban modern ribuan tahun sebelum masehi— mungkin saja tesis ilmuwan Brasil itu ada benarnya.

Namun, menurut Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia Mukhlis PaEni, masih terlalu dini menyimpulkan Indonesia sebagai tempat asal muasal peradaban modern seperti Atlantis yang diceritakan Pluto. ”Masih diperlukan banyak pembuktian. Santos mengaitkan cerita-cerita yang ada di Asia dan kemudian menghubungkannya dengan proses geologi, seperti letusan gunung, untuk menyimpulkan bahwa Atlantis sebenarnya ada di Indonesia. Ini harus dibuktikan dengan penelitian secara luas dan komprehensif,” ujar Mukhlis.

Menurut Mukhlis, tradisi lisan yang masih bertahan di Nusantara hingga kini juga tak mungkin bisa digunakan untuk melacak tesis Santos, bahwa Indonesia dulunya merupakan tempat peradaban modern seperti digambarkan Pluto dalam cerita tentang Atlantis. Banyak cerita dalam tradisi lisan Nusantara menginduk ke cerita besar yang asalnya bukan berasal dari Indonesia, tetapi India, seperti Mahabarata dan Ramayana; hikayat tutur asli Nusantara seperti I La Galigo di Sulawesi juga usianya masih terlalu muda jika harus dibandingkan dengan tradisi lisan seperti cerita Plato tentang Atlantis.

Mukhlis mengakui, ada beberapa peristiwa geologi yang mengubah wajah dunia terjadi di Indonesia, seperti letusan terdahsyat Gunung Toba lebih dari 70.000 tahun lalu. Majalah Science mencatat, letusan termuda Gunung Toba merupakan peristiwa vulkanis paling besar di Bumi dalam dua juta tahun terakhir. Letusannya memuntahkan 2.800 kilometer kubik magma, yang 800 kilometer kubik di antaranya terbang ke atmosfer, menyelimuti lapisan Bumi sepanjang Laut China Selatan hingga Laut Arab.

Antropolog dari Amerika Serikat, Stanley Ambrose, pada tahun 1998 memperkenalkan Teori Bencana Toba. Berdasarkan teori ini, letusan Gunung Toba mengubah iklim global. Akibatnya, populasi manusia berkurang drastis. Garis evolusi yang menghubungkan spesies manusia modern dengan primata lain terputus. Teori ini diperdebatkan, tetapi cukup menggambarkan kedahsyatan letusan.

Di sisi lain, sampai saat ini penduduk asli yang mendiami kawasan di sekitar Danau Toba, yakni suku Batak, percaya nenek moyang mereka merupakan manusia pertama yang diturunkan ke Bumi. Tempat turunnya manusia pertama kali dalam tradisi lisan orang Batak adalah Pusuk Buhit, satu puncak bukit di Pulau Samosir, pulau yang terletak di tengah Danau Toba. Dari sinilah kemudian manusia menyebar.

Namun, folklor orang Batak soal persebaran manusia dan klaim mereka bahwa nenek moyang manusia pertama kali turun di tempat di mana satu suku bangsa tinggal ternyata tak hanya dimiliki oleh orang Batak. Orang Toraja pun punya cerita serupa, nenek moyang mereka manusia pertama di Bumi. Suku-suku lain di Indonesia juga begitu.

Masih dibutuhkan penelitian interdisipliner, mulai dari geologi, antropologi, arkeologi, paleoantropologi, hingga fisika, untuk membuktikan bahwa Indonesia dulunya merupakan pusat peradaban modern seperti dalam cerita Pluto tentang Atlantik.

Tidak cukup hanya menggali tradisi lisan. Namun, seperti kata Santos, ex oriente lux, Matahari datang dari Timur. Dan, sudah terbukti, arus peradaban besar datang dari timur, seperti India dan China, lalu bergerak ke barat. Sebelum akhirnya kolonialisme barat menenggelamkan banyak peradaban di timur.

Jadi, mungkin saja Atlantis yang hilang itu memang ada di Indonesia. Siapa tahu...!

(Khaerudin)

Senin, 27 Desember 2010

Intel Indonesia Lebih Hebat

Ditengah carut marutnya wajah lembaga intelijen kita, masih ada satu hal yang membuat kita bangga. Ternyata dalam hal menerapkan kerahasiaan dalam tugas, intelijen Indonesia-lah yang menerapkannya pada level yang paling ketat.

Di Inggris, agen MI6 biro yang satu tidak mengetahui apa yang dikerjakan oleh agen MI6 dari biro lainnya.

Di Israel, agen Mossad satgas yang satu tidak mengetahui apa yang dikerjakan rekannya dari satgas lain.

Di Amrik, agen CIA bahkan tidak tahu apa yang dikerjakan sesama agen di sebelahnya.

Tapi itu belum apa-apa dibanding agen indonesia. Di sini seorang intel tidak tahu apa yang dia kerjakan.